Cegah Kaki Gajah, Pemkab Bintan Gelar Pemberian Obat Massal

Drh.-Elizar-Juned.-Acara-Kepala-Dinas-Kesehatan-Kepri-Dr.-dr-Hj-Agustine-Purwanti-SpPD-Perwakilan-Dari-Kementerian-Kesehatan-Camat-SeKab.Bintan-d-300x200Bintan– Untuk mencegah terjangkitnya penyakit filariasis atau yang dikenal dengan penyakit kaki gajah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan melalui DinasKesehatan (Dinkes) Melakukan kegiatan Pemberian Obat Massal Pencegahan (POMP) di Desa Bintan Buyu Kecamatan Teluk Bintan (1/5) yang di bukan oleh Asisten II Pemkab Bintan Drh. Elizar Juned. Acara ini di hadiri Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Dr. Hj Agustine Purwanti SpPD, Perwakilan Dari Kementerian Kesehatan, Camat SeKab.Bintan dan tokoh Masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Bintan Muhammad Roem mengatakan, dalam sambutannya. Penyakit ini merupakan penyakit menular yang cara penularannya melalui gigitan nyamuk yang diserang terjadinya pembengkakan kelenjar getah bening dan ini menimbulkan kecacatan pembengkakan kepada tangan dan kaki dan akibatnya menurukan produtivitas.

Pada hasil survey di desa Bintan Buyu ini sudah ditemukan angka filariasis 8% untuk di Kabupaten Bintan di atas 1 % oleh Karena itu perlu dilakukan pengobatan missal bagi seluruh penduduk Kabupaten Bintan. Adapun tujuan khususnya di untuk mencegah dan membatas kecacatan akibat filariasis dan penderita hidup lebih baik dan dapat berpartisipasi aktif dalam kehidupan masyarakat. Sasaran pemberian obat filariasis ini 85 % dari jumlah penduduk dan  minimal 65% jumlah penduduk kenapa 65% karena ada beberapa factor diantara masyarakat pada waktu pemberian obat tidak bias kita lakukan. Jumlah pos yang kita sediakan 203 pos di Kab.Bintan dan jumlah petugas Pemberian Obat filariasis sebanyak 1014 orang. Setiap pos ada 3 orang dan kita akan menambahnya lagi kalau kurang, kemudian jumlah yang akan diberikan penundaan obat yaitu sebanyak 2133 orang. Total perkiraan sasaran dari pengobatan ini sebanyak 100.493 orang. Waktu pelaksanaan selama 1 bulan. ujar kepala dinas kesehatan Muhammad Roem.

Dalam Sambutan Bupati Bintan yang di bacakan oleh Asisten II Pemkab Bintan Drh. Elizar Juned. Mengatakan untuk bersama –sama mengikuti acara pencanangan eliminasi filariasis melalui minum obat bersama tahun pertama se Kab.Bintan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkesinambungan yang kita tempuh untuk bersama – sama mencegah penyebaran filariasis atau kita kenal dengan penyakit kaki gajah di Kab.Bintan.

Penyebaran penyakit kaki gajah ini memang harus kita waspadai bersama, karena berdasarkan hasil survey  yang dilakukan pada tahun 2012 lalu, dimana terdapat 53 penderita baru penyakit kaki gajah yang tersebar sebanyak 28 penderita di desa bintan buyu dan 25 penderita di desa tembeling tanjung. Untuk itu kita harus berkomitmen untuk melakukan berbagai langkah yang dianggap perlu seperti penanganan tepat bagi penderita dan pemberian obat secara massal, dalam rangka eliminasi penyakit kaki gajah.Sebab bagaimana diketahui penyakit ini termasuk kedalam kategori penyakit berbahaya yang penanganannya perlu senantiasa mendapat perhatian.

Mengingat Kabupaten Bintan metupakan salah satu daerah endemis penyakit kaki gajah, maka pemberian obat massal ini memang harus dilakukkan untuk satu wilayah Kabupaten Bintan guna menekan perkembangan penyakit kaki gajah karena cacing ini hanya dapat hidup ditubuh manusia dan nyamuk.

Saya menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Kab.Bintan untuk mensukseskan kegiatan ini dengan cara minum obat bersama di pos yang tersebar di RT-RW Setempat. Ujar Asisten II Pemkab Bintan Drh. Elizar Juned.

No views yet