Layanan KLIK dari BKPM untuk Bintan Industrial Estate

Media Centre Bintan – Pemerintah Daerah Kabupaten Bintan serta sejumlah pengusaha di Kabupaten Bintan  mengapresiasi dan menyambut baik atas program layanan Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK) yang digagas oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI untuk sejumlah kawasan di Kota Batam dan Kabupaten Bintan . Hal itu ditandai dengan penandatanganan MoU (Memorandum Of Understanding) serta peresmian program Kemudahan Investasi Langsung Industri (KLIK) tersebut ditandai dengan penekanan sirine bersama-sama oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Indonesia (BKPM) RI Thomas Trikasih Lembong , Gubernur Kepulauan Riau H. Nurdin Basirun , Kapolda Kepri Irjend Sam Budi Gustian , Bupati Bintan H. April Sujadi, S.Sos , Walikota Batam Rudi , Kepala BP Batam Hatanto Reksodiputro dan Kepala BP Kawasan Bintan Mohd. Saleh di Lapangan Wisma Batamindo Industrial Park Kota Batam , Jum’at pagi ( 3/2 ) .

Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong mengatakan bahwa posisi Industri di Kota Batam dan Kabupaten Bintan merupakan suatu hal yang sangat strategis untuk dikembangkan , maka dari itu Pemerintah Pusat memberikan kemudahan agar investor dapat tumbuh dan berkembang sekaligus wujud sinergisitas antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah . Ditambahkannya juga bahwa berdasarkan Surat Keputusan BKPM RI No.17 tahun 2017 maka untuk di Kepulauan Riau khususnya Kota Batam dan Kabupaten Bintan ada 5 kawasan industri yang memperoleh fasilitas KLIK ini , yaitu Kawasan industri Batamindo, Kawasan Industri Bintan Industrial Park , Kawasan Industri Kabil, Kawasan Industri West Point, serta Kawasan Industri Bintan Industrial Estate Lobam . Untuk diketahui bahwa , sebelumnya BKPM RI  juga meluncurkan program KLIK untuk 14 Kawasan seperti Kawasan Industri Kendal, Kawasan Industri Bukit Semarang Baru, Kawasan Industri Wijayakusuma , Kawasan Industri dan Pelabuhan terintegrasi Java , Kawasan Industri Bantaeng , Kawasan Industri Modern Cikande , Kawasan Industri terintegrasi Wilmar ,  Kawasan Industri Krakatau Cilegon , Kawasan Industri Bekasi Fajar , Kawasan Industri Delta Silicon 8, Kota Industri Karawang Internasional , Kota Industri Suryacipta. Kawasan Industri GT Tech Park , Kawasan Industri Medan , sehingga total di seluruh Indonesia dengan fasilitas KLIK kini berjumlah 19 Kawasan.

“Kota Batam dan Kabupaten Bintan mempunyai posisi yang sangat strategis , sehingga kita memberikan kemudahan program KLIK . Beberapa kemudahan layanan investasi seperti tidak adanya jumlah minimal investasi ataupun jumlah pekerja, tersedianya untuk kawasan industri yang dipilih, serta Izin konstruksi dapat diperoleh secara paralel dengan proses konstruksi ” ujarnya.

Seusai penandatanganan  tersebut, Bupati Bintan H. Apri Sujadi, S.Sos juga menyampaikan bahwa dengan fasilitas program KLIK , tentunya Kawasan Industri Lobam akan lebih bergairah dengan kemudahan-kemudahan  fasilitas terkait investasi pengembangan kawasan industri. Ditambahkannya juga bahwa selain kemudahan investasi , program KLIK ini juga merupakan sarana pendukung untuk pencapaian target realisasi investasi sekaligus perwujudan koordinasi Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah dalam hal kemudahan regulasi investasi bagi investor.

“Mudah-mudahan dengan berbagai kemudahan fasilitas investasi, tentunya akan mendatangkan banyak investor untuk berinvestasi di Kabupaten Bintan ” ujarnya didampingi oleh Wakil Bupati Bintan Drs. H. Dalmasri Syam, MM , Plt Sekda Kabupaten Bintan Drs. Adi Prihantara. MM ,  Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kabupaten Bintan Hasfarizal Handra serta Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bintan Luki Zaiman Prawira .

Selain itu,  Bupati Bintan H. Apri Sujadi, S.Sos juga mengatakan bahwa program KLIK ini , juga  merupakan suatu program kemudahan untuk mengurus izin usaha maupun investasi , dimana program KLIK sejatinya adalah sebuah fasilitas dimana investor bisa terus melangsungkan persiapan usahanya berupa pembangunan konstruksi begitu mendapatkan izin prinsip meski belum memiliki izin lain seperti Izin Mendirikan Bangunan, Izin Lingkungan—amdal, UKL/UPL, dan berbagai izin pelaksanaan daerah. Dengan catatan, selama memulai konstruksi, investor diwajibkan tetap mengurus izin-izin tersebut. Izin-izin yang belum dimiliki tersebut wajib diselesaikan sebelum seluruh pembangunan konstruksi untuk kegiatan berproduksi selesai. Setelah izin dan konstruksi selesai, pihak investor baru diperbolehkan untuk melakukan kegiatan produksi dan mulai berbisnis .

” tentunya kita harapkan dengan berbagai terobosan fasilitas investasi seperti KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) di Galang Batang , serta peluncuran program KLIK (Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi) di Kawasan Industri Lobam nantinya akan membuat Daerah Kabupaten Bintan semakin maju dan gemilang ” tutupnya .

727 total views, 1 views today

Tinggalkan komentar Anda

Your email address will not be published.

Tinggalkan komentar Anda

Your email address will not be published.