Tahun 2018, Program Pemeriksaan IVA dan Kanker Payudara Gratis Terus Dilanjutkan

Media Centre Bintan – Kanker serviks adalah kanker yang sering muncul pada leher rahim wanita. Dan kanker ini, menjadi pembunuh nomor satu bagi kaum perempuan. Di Indonesia, setiap tahunnya tercatat ditemukan sekitar 15.000 kasus kanker serviks. Kementerian Kesehatan bahkan memperkirakan hampir sebanyak 9 juta orang telah meninggal di seluruh dunia karena kanker serviks. Kasusnya diperkirakan akan terus meningkat setiap tahunnya.

Tingginya kasus kanker serviks di Indonesia membuat WHO menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah penderita kanker serviks terbanyak di dunia. Sementara kanker payudara, merupakan penyakit dengan kasus terbanyak kedua setelah kanker serviks. Penderita kanker payudara di Indonesia pada tahun 2004 (sebagaimana dikutip dari Profil Kesehatan Indonesia tahun 2008) sebanyak 5.207 kasus.

Pemerintah Daerah Kabupaten Bintan melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan merilis bahwa pada tahun 2017 yang lalu, melalui Program Pemeriksaan IVA dan Kanker Payudara Gratis setidaknya telah menscrening lebih kurang 1.989 pasien wanita di seluruh Puskesmas Kabupaten Bintan.

” Tahun 2017 dari screning yang dilakukan terhadap 1.989 pasien , terdeteksi 9 orang pasien lesi prakanker serviks dan 1 orang nya positif menderita kanker serviks ” ujar dr. Gama Isnaini di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan, Jum’at pagi (12/1).

Sementara itu, Ketua Yayasan Kanker Indonesia Bintan Ibu Hj Deby Apri Sujadi mengatakan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Bintan melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan, bahwa Gerakan Deteksi Dini Kanker Serviks dan Kanker Payudara Setiap Hari Kamis di Puskesmas-Puskesmas yang ada di Kabupaten Bintan tetap akan terus dilakukan di tahun 2018 ini, hal ini sebagai bagian dari upaya semangat pencegahan dini penyebaran Kanker Serviks dan Kanker Payudara di Kabupaten Bintan.

” Program Melayani Pemeriksaan Kanker Serviks dan Kanker Payudara secara Gratis Setiap Hari Kamis di Puskesmas Kabupaten Bintan, pada tahun 2018 ini terus kita lanjutkan. Walaupun jumlah kasus yang ditemukan pada tahun 2017 yang lalu, sangat kecil. Namun ini , sebagai bagian dari semangat deteksi dini dan perlindungan bagi kaum wanita khususnya Ibu-ibu di Kabupaten Bintan ” tutupnya.

3,549 total views, 0 views today