TP PKK Bintan Himbau PHBS Harus Diimplementasikan

Media Center Bintan – Dasar Pemikiran dilakukan penyuluhan tentang PHBS adalah karena faktor perilaku secara teoritis memiliki andil 30 – 35 % terhadap derajat kesehatan, sedangkan dampak dari perilaku terhadap derajat kesehatan cukup besar, maka diperlukan berbagai upaya untuk mengubah perilaku yang tidak sehat menjadi sehat, salah satunya melalui program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat adalah wujud keberdayaan masyarakat yang sadar, mau dan mampu mempraktekkan PHBS. Dalam hal ini ada 5 program priontas yaitu KIA, Gizi, Kesehatan Lingkungan, Gaya Hidup, Dana Sehat / Asuransi Kesehatan / JPKM.
Sedangkan penyuluhan PHBS itu adalah upaya untuk memberikan pengalaman belajar atau menciptakan suatu kondisi bagi perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat, dengan membuka jalur komunikasi, memberikan informasi dan melakukan edukasi, untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku, melalui pendekatan pimpinan (Advokasi), bina suasana (Social Support) dan pemberdayaan masyarakat (Empowerment). Dengan demikian masyarakat dapat mengenali dan mengatasi masalahnya sendiri, terutama dalam tatanan masing-masing, dan masyarakat dapat menerapkan cara-cara hidup sehat dengan menjaga, memelihara dan meningkatkan kesehatannya.

Perilaku Hidup Besih dan Sehat (PHBS) merupakan salah satu poin menunjang kesehatan masyarakat yang harus diterapkan secara tepat dan benar. Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua IV TP PKK Kabupaten Bintan Drg. Euis Herawati ketika memberikan sambutannya mewakili Ketua TP PKK Kabupaten Bintan Hj. Deby Apri Sujadi saat pelaksanaan Lomba Penyuluhan Dalam Rangka Jambore PKK Tahun 2017 di Aula Kantor Kecamatan Toapaya, Kamis Pagi (16/3).

Bersama Perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, serta Camat Toapaya Riang Anggraini, S.STP, Drg. Euis Herawati tampak begitu antusias melihat partisipasi peserta dari PKK Kecamatan se-Kabupaten Bintan. Dikatakan Drg. Euis Herawati bahwa lomba penyuluhan PHBS ini merupakan rangkaian lanjutan dari serangkain kegiatan Jambore PKK Tahun 2017 seperti lomba penyuluhan Bina Keluarga Balita (BKB) yang dilaksanakan Rabu kemarin di Gedung Nasional Kecamatan Bintan Utara. “Ini merupakan kegiatan lanjutan dari serangkaian kegiatan Jambore PKK. Semalam kita di Bintan Utara, hari ini kita laksanakan di Toapaya. Kami dari TP PKK Kabupaten Bintan mengharapkan agar lomba penyuluhan ini tidak hanya sebatas perlombaan untuk meraih juara maupun menjadi yang terbaik. Akan tetapi, kami harap agar penerapan PHBS ini benar-benar dapat terealisasikan dalam kehidupan kita sehari-hari” ungkapnya di hadapan para peserta.

Camat Toapaya Riang Anggraini, S.STP saat menyampaikan sambutannya sebelum membuka lomba juga membagikan pengalamannya saat menjadi pengurus PKK. Ia mengungkapkan bahwa PKK bukan sekedar wadah untuk berkumpul dan berdiskusi ria tanpa adanya manfaat serta feedback bagi masyarakat.

“Saya sudah cukup sering mengikuti acara PKK dan berada di keluarga besar PKK. Pada prinsipnya PKK bukan hanya sekedar tempat untuk kita berkumpul dan saling mengenal, akan tetapi setiap kegiatan yang dilakukan harus memiliki manfaat bagi masyarakat bahkan kemajuan suatu daerah. Sebab PKK sendiri tidak lain merupakan salah satu mitra Pemerintah dalam membangun darerah” ungkapnya.

Perlombaan ini mengusung tema “Pembangunan Masyarakat Melalui Pembinaan Keluarga”. Dalam lomba penyuluhan ini diikuti oleh 10 peserta dari masing-masing Kecamatan yang ada di Kabupaten Bintan. Nantinya setiap peserta akan mempresentasikan dan memberi penyuluhan berkenaan dengan PHBS, terdiri dari sepuluh indikator yakni persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan, memberi bayi ASI Eksklusif, enimbang balita setiap bulan, menggunakan Air Bersih, mencuci tangan dengan air bersih dan sabun, menggunakan jamban sehat, memberantas jentik di rumah, makan sayur dan buah setiap hari, melakukan aktifitas fisik setiap hari dan tidak merokok di dalam rumah.

Presentasi dimulai sesuai urutan undian yang telah dilakukan sebelum perlombaan diselenggarakan. Waktu yang diberikan berdurasi 10 menit dimulai dari Kecamatan Bintan Pesisir, kemudian Kecamatan Tambelan, Kecamatan Toapaya selaku tuan rumah, Kecamatan Bintan Utara, Kecamatan Bintan TImur, Kecamatan Teluk Sebong, Kecamatan Teluk Bintan, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kecamatan Gunung Kijang dan sebagai peserta terakhir adalah Kecamatan Mantang. Indikator penilaian dewan juri terbagi dalam beberapa aspek, yaitu ketepatan waktu, teknik atau metode penyuluhan, penggunaan alat peraga, kesesuaian materi dengan alam peraga dan interaksi dengan peserta. Tahap selanjutnya dewan juri akan melakukan rekapitulasi penilaian untuk menentukan pemenang dari lomba penyuluhan tersebut.

158 total views, 1 views today

Tinggalkan komentar Anda

Your email address will not be published.

Tinggalkan komentar Anda

Your email address will not be published.