Thu. Mar 21st, 2019

Ini Alasan Bupati, Tahun 2019 Kucurkan Rp 3,5 M Untuk Kader Posyandu di Bintan

Media Centre Bintan – Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan telah mengalokasikan anggaran berkisar 3,5 Milyar Rupiah ditahun 2019. Besaran tersebut dikarenakan Pemkab Bintan telah menaikkan 100% Tunjangan insentif bagi Kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Insentif kader posyandu yang sudah ada sejak tahun-tahun sebelumnya sebesar 100 Ribu Rupiah/orang/bulannya. Namun untuk di tahun 2019, besaran insentif tersebut dinaikkan 100% menjadi 200ribu/org/bulannya. Estimasi anggaran tersebut juga diperkirakan berdasarkan jumlah posyandu yang ada di Kabupaten Bintan sebanyak 165 posyandu dengan rata-rata setiap posyandu yang memiliki 9 orang kader.

” Tahun 2019 , setiap kader posyandu mendapatkan insentif dengan total berkisar 2 Juta 400 Ribu Rupiah per orang ” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan Dr. Gama Isnaeni, Rabu (13/2) pagi.

Selain insentif, Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan juga mengalokasikan Operasional Posyandu sebesar 2 Juta Rupiah per posyandu. Dari 165 posyandu nantinya akan diberikan biaya operasional posyandu yg terdiri dari 75 posyandu di Kelurahan dan 90 posyandu di desa.

” Untuk posyandu yang ada di Kelurahan, maka dana operasional dianggarkan melalui APBD Pemkab Bintan sedangkan posyandu di desa melalui APBDes. Total anggaran yang dibutuhkan untuk operasional posyandu berkisar 330 Juta Rupiah ” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos menuturkan bahwa Posyandu memiliki peran sebagai instrumen untuk berkontribusi memberikan tambahan asupan gizi yang seimbang baik bagi anak maupun ibu hamil. Peranan Posyandu yang strategis dalam menciptakan SDM berkualitas sejak dini, perlu ditindak lanjuti dengan penguatan terhadap lembaga tersebut. Salah satunya dengan melakukan revitalisasi.

” Posyandu instrumennya sudah baik, hanya perlu dimantapkan lagi. Misalnya ada standarisasi pelayanan posyandu dan peningkatan wawasan para kader posyandu secara continue ”

Tidak hanya itu saja, Bupati juga menginginkan agar Posyandu dapat menjadi model baru bagi pembangunan partisipatif berbasis perempuan.

” partisipasi kaum perempuan dikegiatan Posyandu harus didorong secara lebih optimal agar tingkat pencapaian kualitas kader-kader Posyandu lebih berkualitas, bahkan saat ini telah terbukti bahwa perempuan memiliki peran besar dalam semua bidang kehidupan ” tutupnya.